Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Nilai Utang Jatuh Tempo Tahun 2014 Capai Rp 37,64 triliun

Demi memutar roda bisnis, perusahaan mengandalkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demi memutar roda bisnis, perusahaan mengandalkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Salah satu pilihan pendanaan di pasar modal adalah penerbitan obligasi.

Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) mencatat, nilai emisi obligasi per pekan ketiga November tahun ini cukup besar, yakni Rp 51,89 triliun. Perinciannya, emisi obligasi Rp 8,25 triliun, obligasi berkelanjutan Rp 42,01 triliun dan obligasi syariah (sukuk) korporasi Rp 1,63 triliun. Pencatatan total obligasi Rp 51,89 triliun tersebut berasal dari 48 perusahaan.

Tahun depan, penerbitan surat utang korporasi diprediksi masih akan ramai. Salah satu indikasinya, nilai obligasi jatuh tempo di tahun 2014 cukup besar, yakni Rp 37,64 triliun. Kemungkinan besar, sebagian perusahaan akan merilis obligasi untuk melunasi obligasi jatuh tempo di tahun depan.

Salah satu perusahaan yang berniat menerbitkan obligasi adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Direktur LPEI, Basuki Setyadjid, mengemukakan lembaganya berencana menerbitkan surat utang setelah kuartal pertama tahun depan.

"Nilainya antara Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun untuk obligasi rupiah dan 400 juta dolar hingga 500 juta dolar untuk obligasi dolar AS," katanya di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Adapun untuk surat utang yang jatuh tempo 7 Desember 2013 senilai Rp 1,4 triliun, manajemen perusahaan pembiayaan ekspor pelat merah ini mengklaim sudah menyiapkan dana untuk melunasinya, berasal dari kas internal.

Selain LPEI, perusahaan pembiayaan yang punya obligasi jatuh tempo adalah Adira Dinamika Multi Finance. Surat utang itu bertajuk Obligasi Berkelanjutan I ADMF Tahap I Tahun 2011 Seri A sebesar Rp 325 miliar. Obligasi ini jatuh tempo pada 16 Desember 2013.

Rekomendasi Untuk Anda

Manajemen Adira menyatakan, telah menyiapkan dana untuk melunasi obligasinya. "Kami akan melunasinya tepat waktu. Kami sudah mengalokasikan dana, kombinasi dari angsuran pelanggan dan kas internal," kata Direktur Utama Adira Finance, Willy  Suwandi Dharma.

Total dana kelolaan Adira saat ini senilai Rp 45 triliun. Adapun pendanaan terdiri dari joint financing, obligasi dan pinjaman perbankan. Joint financing dari Bank Danamon menyumbang Rp 21 triliun, kemudian obligasi Rp 10 triliun. Sisa pendanaan berasal dari kredit bank.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas