Eks Lahan Tambang Samarinda Bakal Jadi Home Base Lion Air
Lahan eks tambang Lan Harita seluas 2.000 hektare rencananya bakal dimanfaatkan sebagai maintenance service armada Maskapai Lion Air
Editor:
Budi Prasetyo
Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA, - Lahan eks tambang Lan Harita seluas 2.000 hektare rencananya bakal dimanfaatkan sebagai maintenance service armada Maskapai Lion Air.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan kaltim, Zairin Zain. Zairin mengungkapkan, penyediaan lahan tersebut merupakan kesepakatan antara Pemprov Kaltim dan PT Persada Investama (PI), terkait investasi PT PI membangun sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB).
"Semula mereka (Lion Air) mau berhome base di Manado. Tapi karena melihat posisi Samarinda lebih strategis, dan masih banyak lahan yang tersedia, akhirnya Samarinda yang dipilih," kata Zairin.
Meski demikian, Zairin mengaku belum mengetahui skema pengadaan lahan 2.000 hektare tersebut. "NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) di lahan itu kita belum tahu berapa. Yang jelas, kita bertugas mencarikan lahan tersebut, nanti siapa yang membiayai pembebasan lahannya akan dibahas lagi," papar Zairin.
Diketahui, PT PI bakal membiayai pembangunan sisi udara BSB dengan nilai investasi ditaksir mencapai Rp 1 triliun lebih. PT PI sendiri merupakan anak perusahaan di bawah bendera Panin Group.
Disebut-sebut, dana yang akan digunakan PT PI membangun landasan pacu sepanjang 2.500 tersebut berasal dari dana Temasek (BUMN Singapura) yang tersimpan di Panin Group. Sementara diketahui, sekitar 70 persen saham Maskapai Lion Air dimiliki oleh Temasek.