Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bukit Asam Tidak Turunkan Porsi Ekspor Batubara

Rencana pemerintah menaikkan besaran royalti dan mengenakan bea keluar (BK) terhadap komoditas batubara tidak ditanggapi serius bagi PT Bukit Asam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto
zoom-in Bukit Asam Tidak Turunkan Porsi Ekspor Batubara
Reuters/ Charlos Baria
Industri batu bara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan besaran royalti dan mengenakan bea keluar (BK) terhadap komoditas batubara  tidak ditanggapi serius bagi PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Emiten plat merah itu masih akan mengekspor batubaranya ke luar negeri, dengan porsi yang sama atas total volume penjualan batubara pada tahun lalu.

"Porsinya akan sama dengan tahun lalu, kira-kira porsi domestik mencapai 45-50 persen sedangkan sisanya ekspor," kata Milawarma, Direktur Utama PTBA, di Jakarta, Kamis (27/03/2014).

Sebagai tambahan penjualan batubara pada tahun lalu masih dikontribusikan oleh ekspor dengan porsi sebesar 54 persen dari total penjualan sebesar 17,76 ton, sedangkan sisanya berasal dari penjualan domestik.

Milawarma melanjutkan bahwa kenaikan bea ekspor tidak akan menekan margin pendapatan perseroan. Hal ini  karena adanya efisiensi yang dilakukan perseroan.

Seperti membangun PLTU yang berdekatan dengan mulut tambang perseroan. Kebijakan lainnya adalah memperkecil stripping ratio untuk bahan galian tambang perseroan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kedua faktor diatas akan membuat kinerja kami menjadi lebih efisien sehingga margin pendapatan akan lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang mencapai 15,6 persen," jelasnya.

Lantas penjualan pun akan digeber, emiten plat merah itu menargetkan Volume penjualan pada 2014 ditargetkan mencapai 24,72 juta ton, atau lebih tinggi 37 persen ketimbang realisasi pada 2013. 

Selain itu, pendapatan ditargetkan akan mencapai Rp 15-16 triliun. Angka ini tumbuh diatas capaian pada tahun sebelumnya yang berada pada Rp 11 triliun.

Seiring dengan efisien ini perseroan juga bakalan memperbesar pendapatan melalui bisnis pendapatan noncoal dengan penjualan listrik melalui PLTU pada tahun ini yang ditargetkan akan mencapai Rp 2 triliun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas