Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tetap Nyaman dengan Rumah Kayu

Rumah kayu juga lekat dengan nuansa tradisional dan lebih menyatu dengan alam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Tetap Nyaman dengan Rumah Kayu
NET
Desain rumah kayu minimalis modern 

TRIBUNNEWS.COM - SEIRING perkembangan zaman, keberadaan rumah konstruksi kayu mulai tersisih di wilayah perkotaan. Meski sejauh ini, rumah kayu yang identik dengan gaya tradisional tetap bertahan di pinggiran kota dan daerah pedesaan termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Konsultan Nurul Home Architecture, Wiwiek D, menjelaskan, rumah kayu mulai ditinggalkan karena berbagai faktor seperti bahan baku yang kian minim, tingkat kesulitan, hingga perawatan.

“Pembangunan rumah konstruksi beton lebih mudah karena material mudah didapat. Saat ini, rumah hampir semua menggunakan material ini. Padahal rumah kayu tetap sah-sah saja di daerah perkotaan,” katanya di Makassar, Selasa (1/4).

Menurut alumnus Teknik Arsitektur Unhas ini, rumah kayu cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Sulsel. Rumah kayu juga lekat dengan nuansa tradisional dan lebih menyatu dengan alam.

“Konstruksi beton butuh cor yang menentukan bentuk rumah. Jadi tidak fleksibel dirubah saat penghuni menginginkan pola rumah berbeda. Sementara rumah kayu diperkuat kerangka atap dan tiang rumah, sehingga tata letak sekat hingga dinding pembatas bisa diatur,” jelasnya.

Rumah kayu lebih mudah dalam perawatan karena tidak terkontaminasi kelembapan udara dari luar. Keunggulan lain dari rumah kayu adalah tahan terhadap goncangan. Jika ada bencana gempa akan lebih aman bagi penghuni.

“Untuk daerah rawan bencana memang disarankan membangun rumah dengan konstruksi kayu karena tidak memiliki tumpukan material pecah seperti konstruksi beton,” ujarnya.
Konstruksi

Rekomendasi Untuk Anda

Kebanyakan rumah kayu dengan konstruksi tiang mencapai dua meter. Untuk variasi di daerah perkotaan, tiang penyangga rumah kayu bisa memakai batu alam. Dengan tinggi sekitar 30 centimeter saja.

“Ada jarak antara tanah dan lantai sekitar 60-80 centimeter saja,” jelasnya. Untuk lantai sebaiknya menggunakan semen atau ubin menghindari kelembapan,” katanya.

Desain bisa tetap minimalis dengan bentuk rumah tampak lurus dari depan ke belakang. Berbeda dari rumah kayu kebanyakan dengan model berkelok atau bentuk dasar letter L. Selanjutnya interior menyesuaikan.(nie)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas