Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Harga Ponsel akan Naik 30 Persen karena Dikenakan PPnBM

rencana pemerintah mengenakan 20 persen PPnBM untuk seluruh ponsel tidak hanya akan memberatkan industri ponsel

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Harga Ponsel akan Naik 30 Persen karena Dikenakan PPnBM
Tribunnews/Herudin
Model menunjukkan smartphone Samsung Galaxy S5 pada acara media briefing di Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014). Ponsel pintar dari Samsung ini memiliki kelebihan tahan terhadap air dan debu, sehingga aman digunakan dalam segala cuaca. Samsung Galaxy S5 sudah dapat dipesan secara online sejak tanggal 22 Maret hingga 5 April dan dibanderol dengan harga Rp 8,5 juta. TRIBUNNEWS/HERUDIN 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsumen telepon seluler (ponsel) di Indonesia dipastikan akan menanggung beban dari rencana pemerintah mengenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 20 persen.

"Tidak ada cara lain, otomatis dengan kondisi sekarang, harga harus naik," kata Lee Kang Hyun, Wakil Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), di Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Lee mengatakan, rencana pemerintah mengenakan 20 persen PPnBM untuk seluruh ponsel tidak hanya akan memberatkan industri ponsel, namun juga konsumen. Para produsen otomatis akan mengalihkan beban produksi tambahan kepada konsumen.

Lee juga menyayangkan, ternyata bukan hanya ponsel impor saja yang bakal dikenakan PPnBM. Impor lokal pun juga bakal kena. Padahal, untuk memproduksi ponsel di dalam negeri, bahan baku dan komponennya juga sudah dikenai bea masuk sebesar 5 hingga 15 persen.

Sayangnya, saat ini belum ada produsen komponen yang handal di Indonesia. Lee mengatakan, mungkin hanya ada 3 atau 4 perusahaan, dan itu pun merupakan assembling.

Dengan kondisi seperti itu, sebutnya, praktis harga jual akan terkerek lebih dari 30 persen. "Kenapa pemerintah enggak membicarakan ini dulu dengan asosiasi dan konsumen," ucap Lee. (Estu Suryowati)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas