Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Beban Puncak Listrik Jawa Bali Naik Gara-gara AC

Selama beberapa hari terakhir memang kondisi sangat panas. Alhasil, kondisi ini memicu orang untuk menyalakan pendingin udara (AC) lebih lama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Beban Puncak Listrik Jawa Bali Naik Gara-gara AC
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA/DENI DENASWARA
DIBONGKAR : Petugas tengah melakukan pencabutan kabel listrik untuk membongkar tiang listrik yang nyaris roboh di Jalan Naripan, Bandung, Kamis (23/1). Pembongkaran tiang tersebut dikarenakan kondisinya miring akibat tertimpa pohon tumbang. (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beban puncak listrik di sistem kelistrikann Jawa Madura Bali (Jamali) mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 Mega Watt (MW). Beban tertinggi itu terjadi pada hari Kamis 24 April 2014 jam 18.00 WIB. Sebelumnya beban tertinggi yang pernah dicapai adalah 22.567 MW pada 17 Oktober 2013 jam 19.00 WIB.

"Dibanding beban tertinggi pada Oktober tahun lalu tersebut, beban puncak tertinggi pada minggu ini naik 407 MW atau 1,8 persen," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bambang Dwiyanto, Minggu (27/4/2014).

Kenaikan beban listrik tersebut diprediksi diantaranya karena faktor cuaca. Selama beberapa hari terakhir memang kondisi sangat panas. Alhasil, kondisi ini memicu orang untuk menyalakan pendingin udara (AC) lebih lama. "Dalam rumah tangga, AC memang mengkonsumsi listrik paling besar," ungkap Bambang

PLN mengimbau pelanggan menghemat penggunaan listrik khususnya untuk pemakaian yang sifatnya konsumtif. Hal ini bisa dilakukan diantaranya dengan mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, seperti lampu yang tidak digunakan, televisi yang tidak ditonton, radio yang sedang tidak didengarkan dan lain-lain.

"Menghemat pemakaian listrik bisa dilakukan tanpa mengurangi kenyamanan kita. Dengan demikian maka pertumbuhan pemakaian listrik bisa ditekan dan kita juga bisa mengurangi rekening listrik bulanan secara signifikan," papar Bambang.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas