Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jero Wacik: Harga BBM Murah, Masyarakat Tidak Bisa Hemat

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik menilai masyarakat Indonesia tak bisa menghemat energi terutama pada BBM bersubsidi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Jero Wacik: Harga BBM Murah, Masyarakat Tidak Bisa Hemat
Tribunnews.com/Andri Malau/Andri Malau
Jero Wacik, berfilosofi, ketika saya masih muda saya mengamati bahwa sembilan dari setiap sepuluh hal yang saya lakukan adalah kegagalan, jadi saya melakukan sepuluh kali lebih banyak pekerjaan. karena saya yakin paling tidak satu diantaranya adalah kesuksesan yang akan saya rengkuh, katanya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/4/2014). (Tribunnews.com/Andri Malau) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik menilai masyarakat Indonesia tak bisa menghemat energi terutama pada BBM bersubsidi. Selama harga BBM bersubsidi masih murah, masyarakat terutama kelas atas semena-mena mengkonsumsi.

"Kalau harga BBM murah, karakter masyarakat kita susah diajak berhemat," ujar Wacik di Banggar DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).

Wacik mengungkapkan Kementerian ESDM sejak dua tahun lalu, sudah menjalankan gerakan penghematan cukup serius. Namun, dalam pelaksanaannya tidak mudah, karena itu Wacik enggan memberikan banyak janji tak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Saya katakan ini supaya nggak jadi angin surga," ungkap Wacik.

Hal yang membuat penghematan sulit dilakukan karena penambahan kendaraan di jalan. Dari data Kementerian ESDM untuk sepeda motor yang berada di jalan kini bertambah sebanyak 7,6 juta unit, sementara jumlah mobil rata-rata bertambah 1,1 juta unit per tahun.

"Jadi ada tambahan 2 juta unit kendaraan dan berpotensi mendongkrak konsumsi BBM subsidi," papar Wacik.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com pasokan harga BBM bersubsidi tahun ini mencapai 48 juta kiloliter. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun lalu sebesar 46,3 juta kiloliter. Sedangkan anggaran di sektor energi saat ini sudah mencapai Rp446 triliun.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas