Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kementerian ESDM Ajukan Lifting 830-870 Ribu Barel di 2015

Untuk 2015, pemerintah memiliki sasaran strategis yang terkait ketahanan energi nasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kementerian ESDM Ajukan Lifting 830-870 Ribu Barel di 2015
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik (kiri) usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Senin (9/6/2014). Jero diperiksa sebagai saksi bagi Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri, Artha Mersi Simbolon, yang diduga terlibat dalam kasus suap di SKK Migas. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan pagu anggaran 2015 sebesar Rp11,36 triliun. Selain itu, Kementerian ESDM mengusulkan produksi minyak sekitar 830 ribu hingga 870 ribu barel per hari.

Menteri ESDM Jero Wacik memaparkan, untuk 2015, pemerintah memiliki sasaran strategis yang terkait ketahanan energi nasional.

Dalam hal ini, pemerintah menargetkan produksi minyak 830 ribu hingga 870 ribu barel per hari, 1.248.000 barel setara minyak per hari dan batubara 421 juta ton.

Mengenai produksi minyak, Wacik meyakini perhitungan itu realistis karena sesuai rencana, pada April 2015, Blok Cepu akan mencapai puncak produksinya yaitu 165 ribu barel per hari.

"Kalau 818 ribu barel yang tahun ini ditambahkan (produksi) Cepu, kelihatannya angka 830 ribu hingga 870 ribu merupakan angka yang realistis yang akan bisa kita capai. Malah mungkin nanti lebih," ujar Wacik di DPR, Rabu (11/6/2014).

Sementara sasaran lainnya adalah peningkatan ketersediaan infrastruktur pelayanan dasar yaitu rasio elektrifikasi 83,18 persen, pembangkit (PLN dan IPP) 2.761 MW, jaringan transmisi 474 KMS, gardu induk 870 MVA, jaringan distribusi 7.0585,5 KMS dan gardu distribusi 150,3 MVA.

Wacik memaparkan, arah kebijakan pemerintah tahun 2015 adalah peningkatan cadangan pasokan energi primer dan bahan bakar, peningkatan kapasitas dan tingkat pelayanan infrastruktur energi, efisiensi dalam pengelolaan energi, peningkatan peranan EBT dalam bauran energi dan peningkatan jangkauan dan kehandalan infrastruktur ketenagalistrikan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi pagu indikatif Kementerian ESDM sebesar Rp11,36 triliun," ungkap Wacik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas