Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perbanas: Prinsip Kehati-hatian Perlu Ditingkatkan

Peningkatan bunga kredit lebih banyak terjadi pada kredit baru dan kredit dengan bunga yang mengambang atau floating

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Perbanas: Prinsip Kehati-hatian Perlu Ditingkatkan
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) menilai perlu upaya lebih kuat dari industri perbankan dalam meningkatkan penerapan prinsip kehati-hatian untuk penyaluran kredit.

Sekretaris Jenderal Perbanas, Anika Faisal menyatakan, adanya lonjakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) selama tahun 2014 ini. "Perlu adanya penerapan asas prudence (kehati-hatian) oleh industri perbankan dalam penyaluran pembiayaan di masa mendatang," kata Anika di Jakarta, Senin (16/6).

Lebih lanjut Anika mengungkapkan, suku bunga yang terus bergerak naik seiring dengan peningkatan BI rate, menyebabkan munculnya tekanan dan meningkatnya rasio kredit macet. Menurut Anika, peningkatan bunga kredit lebih banyak terjadi pada kredit baru dan kredit dengan bunga yang mengambang atau floating.

"Pada periode bulan awal tahun 2014, rasio NPL (non performing loan/ rasio kredit bermasalah) menunjukkan tren yang cenderung meningkat. Perekonomian Indonesia yang saat ini kurang kondusif dinilai sebagai salah satu pemicu peningkatan NPL tersebut," katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, tercatat rasio NPL perbankan secara gross naik dari 1,77% per akhir Desember 2013, menjadi 1,90% pada Januari 2014. Kemudian kembali meningkat menjadi 1,99% pada Februari, dan naik jadi 2% pada Maret.

Padahal, sejak akhir tahun 2009, rasio NPL terus mengalami penurunan dari 3,3%, menjadi 2,6% pada 2010, lalu 2,2% pada 2011, dan 1,9% pada 2012. (Dea Chadiza Syafina)

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas