Ekonom: SBY dan Jokowi Harus Bergantian Naikkan Harga BBM
selanjutnya Jokowi menaikkan harga BBM setelah diangkat jadi presiden
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Eric Suganda menjelaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) harus menaikkan harga BBM bersusidi secara bergantian. Pada akhir masa jabatan Presiden SBY menaikkan harga BBM tahun ini, selanjutnya Jokowi menaikkan harga BBM setelah diangkat jadi presiden.
"Kita berharap bisa saja, pak SBY menaikkan tahun terakhir dan pak Jokowi di tahun depan lagi," ujar Eric saat buka puasa bersama Standard Charter di JW Marriot, Rabu (23/7/2014).
Eric menjelaskan jika presiden SBY ingin menaikkan harga BBM, sebaiknya pada bulan Agustus atau September. Karena pada bulan itu musim panen sehingga tidak memberatkan inflasi saat harga BBM naik.
"Kalau pak SBY mau menaikkan harga BBM di bulan Agustus September," ujar Eric.
Eric menjelaskan kenaikan harga BBM bersubsidi punya dua tujuan. Tujuan utama untuk menyelamatkan anggaran negara, dan alasan kedua untuk memberikan anggaran subsidi ke BBM ke sektor lain.
"Tujuannya ada dua menyelamatkan anggaran dan Mengalihkan subsidi ini ke sektor lebih produktif ke infrastruktur atau pembrantasan kemiskinan," jelas Eric.
Baca tanpa iklan