Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kenaikan BI Rate Pengaruhi Pergerakan Indeks

"Kalau BI Rate naik, maka kenaikan indeks akan tertahan. BI Rate menyebabkan indeks akan melemah karena ada peralihan ke investasi lain."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kenaikan BI Rate Pengaruhi Pergerakan Indeks
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Melompatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai sentimen pencalonan Joko Widodo (Jokowi) memancing pemodal untuk mengambil untung. Aksi ini ditunggangi oleh sikap investor yang mulai rasional dengan kondisi ekonomi global dan regional. Padahal jika melihat transaksi perdagangan saham, pemodal asing justru tengah berduyun-duyung berburu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Asing mencetak aksi beli hingga Rp 5,7 triliun. Pada penutupan perdagangan saham, Senin (17/3/2014), IHSG yang bergerak liar di sesi perdagangan pertama akhirnya tergelincir masuk zona merah. IHSG terpangkas tipis 2,45 poin (0,05%) dan bertahan di level 4.876,18. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Arif wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak hanya dipengaruhi kondisi politik di kawasan Eropa, tapi juga suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

"Kalau BI Rate naik, maka kenaikan indeks akan tertahan. BI Rate menyebabkan indeks akan melemah karena ada peralihan ke investasi lain seperti deposito," ujar Chief officer Investment PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Priyo Santoso di Jakarta, Senin (11/08/2014).

Kenaikan BI Rate bisa dipicu sejumlah faktor seperti pelemahan nilai tukar rupiah akibat Defisit Neraca Perdagangan. Defisit terjadi karena kenaikan impor migas dan penurunan nilai ekspor karena adanya perlambatan perekonomian global.

"Ini yang menjadi perhatian kita," katanya.

Ia menambahkan, terpilihnya presiden baru akan mendorong kenaikan indeks. Karena ada sejumlah kebijakan yang akan mendorong seperti pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. Inilah yang mendorong pergerakan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lainnya.

"Kita mendukung pemerintahan yang baru. Diharapkan pemerintahan baru maka program kerjanya akan berjalan untuk mendukung sektor usaha, perbaikan infrastruktur yang masih menjadi fokus utama," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas