Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

KEB: Mafia Migas Penyebab BBM Langka

"Selama ini mafia migas mengatur BBM dalam negeri, merekayasa sedemikian rupa dengan maksud tawar-menawar posisi Menteri ESDM di kabinet Jokowi-JK."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Y Gustaman
zoom-in KEB: Mafia Migas Penyebab BBM Langka
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Papan pengumuman pemberitahuan bahwa bahan bakar minyak (BBM) jenis solar habis terpasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Otista, Jakarta Timur, Senin (25/8/2014). Pengendalian konsumsi BBM bersubsidi oleh pemerintah mengakibatkan sejumlah SPBU kekurangan pasokan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Energi Berdaulat (KEB) mendukung penuh Jokowi menghabisi mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Ketua KEB Asep Saefuddin sepakat mafia migas penyebab kelangkaan BBM saat ini.

"Selama ini mafia migas mengatur BBM dalam negeri. Mereka merekayasa sedemikian rupa dengan maksud tawar-menawar posisi Menteri ESDM di kabinet Jokowi-JK agar jatuh di tangan kelompok mafia," ujar Asep di Jakarta Selasa (2/9/2014).

Keberadaan mafia migas di Indonesia bisa dilihat dari tidak maksimalnya pengelolaan minyak dan sumber daya alam Indonesia. Selain itu Asep memaparkan masih banyak sumur minyak Indonesia yang belum dikelola.

"Sungguh ironis, Indonesia dikenal dunia sebagai negara kaya minyak, tapi bukannya membawa kesejahteraan malah menggerus APBN," ungkap Asep.

Asep memaparkan lifting minyak pada 1970-an sebanyak 1.800 barel, sekarang tinggal 800 barel. Cekungan yang digarap baru belasan, lifting turun terus sehingga kita selalu impor. "Kita tak produksi tapi kita impor. Ini kerjaannya mafia migas," kata Asep.

Asep menambahkan mafia minyak saat ini banyak terjadi di sektor hilir yaitu yang bermain-main dengan BBM subsidi. Menrut Asep hal tersebut sudah barang tentu akan menggerogoti kas negara.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas