Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Konsumsi Beras Orang Indonesia 130 Kg, Orang Jepang 30 Kg

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, masyarakat Indonesia merupakan konsumen nasi yang sangat besar di dunia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Konsumsi Beras Orang Indonesia 130 Kg, Orang Jepang 30 Kg
Tribunnews/HERUDIN
Pekerja membersihkan beras Bulog asal Vietnam di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014). Beras impor ilegal asal Vietnam ditemukan masuk ke PIBC. Masuknya beras impor ilegal asal Vietnam, akan merusak produksi petani dalam negeri. Namun, Bea dan Cukai merilis beras tersebut diimpor secara legal karena ada izin Kementerian Perdagangan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, masyarakat Indonesia merupakan konsumen nasi yang sangat besar di dunia. Karena hal itu, dia pun menyebut masyarakat Indonesia keberatan karbohidrat.

"Asupan makanan kita paling berat di karbohidrat karena makan nasinya banyak," ujar Rusman dalam acara Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Dia mengakui, Indonesia adalah salah satu negara dengan produksi pertanian terbesar di dunia. Namun, hal tersebut juga diimbangi dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi sehingga kebutuhan pangan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah masyarakat.

Rusman memberikan pembandingan antara konsumsi nasi masyarakat Indonesia dan Jepang. Di Indonesia, kata dia, masyarakat memakan nasi sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Sementara masyarakat Jepang hanya memakan nasi sebanyak 30 kilogram per tahun per kapita alias empat kali lebih rendah dari Indonesia.

Dengan data tersebut, menurut Rusman, masyarakat Indonesia merupakan konsumen pangan paling boros. Dia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa mencontoh Jepang.

"Seharusnya kita seperti Jepang dengan memakan nasi yang sedikit dan makan lauknya banyak," kata Rusman. (Yoga Sukmana)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas