Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pembangkit Listrik Jababeka Tunggu Menteri Baru

Jababeka memilih menanti kejelasan para menteri yang akan mengisi kabinet periode 2014-2019 nanti

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pembangkit Listrik Jababeka Tunggu Menteri Baru
net
PLTU Banten 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hingga inagurasi Joko Widodo sebagai presiden baru pada Oktober nanti, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk menyatakan tak akan melakukan gerakan apapun terkait rencana pembangunan proyek pembangkit listrik di Cikarang, Bekasi. Jababeka memilih menanti kejelasan para menteri yang akan mengisi kabinet periode 2014-2019 nanti.

Perusahaan berkode KIJA di Bursa Efek Indonesia itu beralasan, pembentukan kabinet baru biasanya dibarengi perombakan jajaran direksi di badan usaha milik bersama (BUMN). Perubahan tersebut bisa memunculkan kebijakan baru.

Sementara, proyek pembangkit listrik yang akan Jababeka bikin berkaitan erat dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai off taker alias pembeli. Lantas, durasi pembangunan PLTA Cikarang itu, memakan waktu 18 hingga 24 bulan.

Disamping itu, hingga kini belum ada komitmen untuk pasokan gas bagi proyek tersebut. "Dengan demikian rencana pembangunan power plant kedua kami baru akan dipertimbangkan setelah hal-hal diatas sudah ada kepastian," ujar Muljadi Suganda, Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka kepada KONTAN, Minggu (7/9).

Asal tahu saja, pada paparan publik tahun ini, manajemen Jababeka menerangkan ingin membangun pembangkit listrik kedua di Cikarang dengan kapasitas 130 mega watt (MW). Nilai investasinya sekitar US$ 120 juta.

Jababeka berhasrat menambah pembangkit listrik karena menganggap bisnis itu menggiurkan. Sejauh ini, Jababeka baru memiliki satu pembangkit listrik yakni Bekasi Power Plant yang memiliki kapasitas 130 MW. (Merlinda Riska)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas