Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Cairkan BLSM dengan Rekening Ponsel

Program penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) terkait naiknya harga BBM bersubsidi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan dua bank yang mendapat tugas dari pemerintah untuk menyalurkan program Keluarga Harapan, program penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) terkait naiknya harga BBM bersubsidi.

Sejauh ini, Bank Mandiri masih melakukan percobaan sembari menunggu keputusan dari Kementerian Sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin di Pasar Petojo Ilir, Jakarta, Senin (29/9).

Menurut Budi, sejauh ini pihaknya masih melakukan ujicoba. "Kita sama BRI diminta untuk menyalurkan lewat ponsel," ujar Budi.

Mandiri menargetkan mampu menyalurkan bantuan tersebut pada akhir bulan ini. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan. "Tunggu keputusan Kemensos. Sudah approved, sekarang lagi uji coba terus. Sudah dikunjungi sama OJK, BI, sama Kantor Wapres. Yang mengkordinir Kantor Wapres," imbuhnya.

Budi juga menjabarkan, Program Keluarga Harapan diperuntukkan hanya bagi 2.000 orang di tiga tempat. Dari jumlah itu, Bank Mandiri mendapat jatah untuk menyalurkan bantuan kepada 1.000 keluarga dan sisanya disalurkan oleh BRI. Menurutnya, Bank Mandiri akan menyalurkannya untuk penduduk di Nusa Tenggara, Jakarta, dan Cirebon.

"Ini subsidi langsung, disampaikan langsung ke orang lewat mobile, handphone. Ini baru trial dulu untuk 1.000 orang. Kita ingin cek, kita ditargetin akhir bulan ini," imbuhnya.

Budi menambahkan, masyarakat memang perlu membuka tabungan di Mandiri. Namun, dia mengungkapkan, mekanisme akan berbeda dari sekarang. Pembukaan tabungan, menurut Budi, penting lantaran pemerintahan mendatang cenderung akan mengalihkan subsidi, dari subsidi barang menjadi subsidi langsung ke orang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Keluarga miskin dan sangat miskin kalau tidak salah ada 4,5 juta. Nanti itu yang ditargetkan. Arahnya pemerintah baru kan berkeinginan kalau bisa subsidi itu jangan subsidi barang, tapi langsung ke orang. Orang perlu buka tabungan di Mandiri, tapi tidak seperti sekarang," pungkasnya. (Tabita Diela)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas