Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kerugian Perum Perumnas akan Terus Membengkak

Kerugian pengelolaan rumah susun sewa (rusunawa) yang dialami oleh Perum Perumnas terus bergulir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Kerugian Perum Perumnas akan Terus Membengkak
Wartakotalive.com/Wahyu Tri Laksono
Rumah susun sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat 

Tribunnews.com, Jakarta - Kerugian pengelolaan rumah susun sewa (rusunawa) yang dialami oleh Perum Perumnas terus bergulir. Perumnas mengklaim harus bisa menanggung Rp 15 miliar setiap tahun untuk menalangi subsidi para penyewa.

Direktur Utama Perumnas Himawan Arief mengatakan, angka itu kemungkinan akan terus bertambah akibat biaya perawatan dan biaya operasi rusun yang telah dibangun perseroan. Besarnya tanggungan tersebut terjadi lantaran tarif sewa yang ditetapkan untuk penyewa masih rendah.

"Untuk pengelolaan rusun, tarif sewanya tidak berubah, masih ada yang di bawah seratus ribu. Kalau untuk pengembalian investasi pasti merugi," ujar Himawan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/10/2014).

Himawan menuturkan, untuk menutupi kerugian pengelolaan itu, Perumnas mempertimbangkan akan menaikkan tarif sewa rusun. Namun, sebelum itu, dia perlu melakukan pendataan rusun yang perlu diperbaiki dan besaran biaya harus dikeluarkan. Dengan begitu, kenaikan tarifnya masih dilakukan dalam taraf wajar.

Selain menaikkan tarif, tambah Himawan, pihaknya juga akan memperbanyak minimarket retail di sekitar rusun.

"Menempatkan jenis-jenis toko seperti Alfamart, dan toko-toko lainnya akan diperbanyak," katanya.

Namun demikian, menurut Himawan, di tidak bisa serta merta mengizinkan toko-toko tersebut berdiri bebas. Pasalnya, lingkungan rusun merupakan fasilitas umum yang juga memiliki batasan tertentu.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas