Harga BBM Naik Beri Dampak Negatif Sementara ke IHSG
"Kenaikan harga BBM pastinya memberikan shock di market, di mana inflasi dan suku bunga nantinya akan naik juga," kata Pardomuan.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Pardomuan Sihombing mengatakan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan tersendat secara sementara jika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kenaikan harga BBM pastinya memberikan shock di market, di mana inflasi dan suku bunga nantinya akan naik juga," kata Pardomuan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Pardomuan memprediksikan, jika harga BBM naik sebesar Rp3.000 per liter, inflasi bertambah 3 persen. Alhasil, inflasi hingga akhir tahun nantinya bisa menembus 7,5 sampai 8 persen.
Selain itu, dampak kenaikan BBM juga akan membuat investor asing akan menarik dananya dari pasar. Namun, hal tersebut tidak akan berlangsung lama dan akan kembali lagi ketika perekonomian sudah mulai stabil.
Analis First Asia Capital David Sutyanto menambahkan, kenaikan harga BBM untuk jangka panjang akan membuat fundamental ekonomi dalam negeri jauh lebih baik. Namun, jangka pendek berimbas negatif ke angka inflasi yang meningkat.
"Sentimen BBM cukup krusial karena dampaknya pada inflasi, pasar akan mencermati kebijakan pemerintah nanti dalam mengatasi dampak dari kenaikan BBM," kata David di tempat yang sama.
Setelah itu kenaikan harga terealisasi, pasar juga menantikan komitmen pemerintahan baru untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang merata.