Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Penggabungan Kementerian PU dan Pera Bikin Pengusaha Properti Galau

Menurut Anton dengan adanya penggabungan tersebut, sektor properti merasa diabaikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Penggabungan Kementerian PU dan Pera Bikin Pengusaha Properti Galau
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Mulyono diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). Presiden Joko Widodo menamai kabinetnya dengan nama Kabinet Kerja. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha properti yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman mengaku galau dengan penggabungan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) ke dalam Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Menyambut kementerian baru, PU Pera kita lagi galau," ujar Ketua Umum Apersi Anton R Santoso, di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Menurut Anton dengan adanya penggabungan tersebut, sektor properti merasa diabaikan. Namun setelah bertemu dengan Menteri PU dan Pera Basuki Hadimulyono, Anton bisa lega karena pihak pemerintah masih mendukung sektor perumahan.

"Dia menjawab kita tetap pertahankan prioritas perumahan kita," ungkap Anton.

Dari hasil audensi, Anton menyampaikan bahwa pengusaha properti galau jika tidak ada instansi pemerintah yang serius menangani backlog, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Anton berharap pemerintah selanjutnya punya program khusus untuk mengatasi backlog saat ini.

"Kita prioritaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat kecil," jelas Anton.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas