Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Soal Tarif Batas Bawah, Menhub Tabrak UU Anti Monopoli

Sutrisno Iwantono menilai, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah membuat kebijakan yang bertabrakan dengan ketentuan dalam UU Anti Monopoli

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Soal Tarif Batas Bawah, Menhub Tabrak UU Anti Monopoli
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sutrisno Iwantono menilai, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah membuat kebijakan yang bertabrakan dengan ketentuan dalam UU Anti Monopoli terkait penentuan harga tiket angkutan udara murah.

"Ketentuan pembebasan tarif itu dikeluarkan sejak tahun 2003 dan diikuti ketika Menhub Hatta Rajasa," kata Sutrisno kepada wartawan, Kamis (15/1/2015).

Menurutnya, Menhub juga dinilai telah merugikan konsumen karena pada nyatanya tak ada relevansi antara tarif dan keselamatan penerbangan. Dikatakan Sutrisno, sudah ada ketentuan yang mengatur secara rinci soal keselamatan penerbangan, mulai dari masalah mesin, cuaca dan sebagainya.

Untuk itu, pembebasan tarif diperlukan agar konsumen mempunyai banyak pilihan dan bisa memperoleh tarif murah.

"Tapi kalau sekarang ditetapkan batas tarif murah maka tidak ada pilihan bagi penumpang. Tentu semua akan naik maskap penerbangan yang baik. Kalau pilihannya SQ dengan Lion Air, semua akan memilih SQ dengan pilihan tarif yang sama," katanya.

Tidak lenturnya penentuan tarif kata Sutrisno bukan hanya mematikan maskapai penerbangan dalam negeri, tapi juga berpotensi merembet ke dunia pariwisata dan perekonomian.

"Penumpang menjadi sedikit karena tak ada penerbangan tarif murah yang berpengaruh pada masalah wisata dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut Sutrisno mengimbau agar KPPU kini meneliti kebijakan yang dikeluarkan Kemenhub terkait penetapan tarif batas bawah dan atas tersebut.

"Ketentuan itu mesti dicabut karena menabrak aturan yang dikeluarkan komite anti monopoli," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas