Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Wapres Ingatkan Komisaris Utama BRI untuk Tidak Merger

Mustafa Abubakar diingatkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, agar bank plat merah itu tidak merger.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Mustafa Abubakar diingatkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, agar bank plat merah itu tidak merger.

Pasalnya hal itu tidak akan menyelesaikan masalah permodalan Bank BRI.

Mustafa Abubakar kepada wartawan usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2015), mengatakan dirinya pun sepaham dengan Wakil Presiden soal gagasan merger tersebut.

"Wapres mengatakan merger itu bukan jawaban untuk memperkuat permodalan, perbankan. dan kami juga mendukung," katanya.

Ia menyebutkan BRI pertumbuhannya masih lebih baik daripada bank Mandiri, yang merupakan hasil merger dari empat bank. Hal itu dapat terlihat dari keuntungan dan aset BRI yang jauh lebih besar dari bank Mandiri.

"itu sebagai contoh bahwa (masalah) tidak musti dijawab dengan merger," ujarnya.

Walau pun merger bukan lah solusi, BRI kedepannya kata dia akan memperkuat sinergitas antar bank pemerintah untuk mendukung pembangunan. BRI sendiri kata dia akan fokus dibidangnya, yakni pendanaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan bisnis kerakyatan lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bank Mandiri misalnya pada infrastruktur atau industri, kalau BTN (Bank Tabungan Negara) jelas ke perumahan rakyat, BNI ke trading (red: perdagangan)," ujarnya.

Jusuf Kalla dalam pertemuannya dengan para komisaris BRI itu menurutnya juga sempat mengingatkan soal pentingnya difrensiasi di antara bank plat merah. Hal itu penting untuk menjaga kompetisi antar bank pemerintah tetap sehat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas