Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Lima Tahun ke Depan Pemerintah Berencana Bangun 5.000 Pasar

Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel mengatakan pihaknya berencana membangun 5.000 pasar dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Lima Tahun ke Depan Pemerintah Berencana Bangun 5.000 Pasar
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana memberikan sarana kepada pedagang dengan membangun pasar yang lebih banyak. Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel mengatakan pihaknya berencana membangun 5.000 pasar dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

"Dalam lima tahun ke depan, pemerintah berencana membangun 5.000 pasar. Pasar ini dibangun menjadi bagian untuk stabilitas harga," kata Rahmat dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2015).

Rahmat menuturkan, pasar yang akan dibangun pemerintah tersebut untuk mensuplai kebutuhan bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurutnya, semua bahan produk dari lokal yang merupakan hasil panen dalam negeri akan ditampung di pasar tersebut.

"Kita akan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantarkan produk lokal itu. Hasil panen para petani," jelasnya.

Rencana Kementerian Perdagangan tersebut disambut baik oleh Wakil Ketua Umum KADIN, Yugi Prayanto. Menurut Yugi, pihaknya akan mendukung langkah Kementerian Perdagangan karena akan memberdayakan usaha kecil menengah.

"Kami support bangun 5.000 pasar. Kita juga berencana buat koperasi untuk investasi," kata Yogi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Direktur INDEF, Enny Sri Hartati menilai dari rencana pembangunan 5.000 pasar itu yang perlu diperhatikan adalah fungsi utamanya. Menurutnya, harus ada modifikasi pengelolaan pasar agar terbebas dari mafia ekonomi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas