Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Cara Bedakan Beras Plastik, Kemendag: Rasanya Kenyal

"Kita sudah kerjasama dengan kota Bekasi dan kita sedang menunggu hasil uji laboratorium itu," ungkap Widodo.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cara Bedakan Beras Plastik, Kemendag: Rasanya Kenyal
instagram
Beras plastik yang dibeli oleh warga Bekasi di sebuah pasar tradisional pada 18 Mei 2015 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Beras campuran plastik saat ini meresahkan karena kabarnya banyak menyebar di daerah Bekasi.

Keluhan masyarakat sudah diberikan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan akan segera ditindaklanjuti.

Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Widodo mendapat laporan bahwa beras plastik memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan beras murni yang sehari-hari dikonsumsi.

"Kalau saya baca itu bu Dewi (pelapor konsumen beras plastik) bilang rasanya kenyal seperti itu," ujar Widodo di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (19/5/2015).

Widodo memaparkan pihak Kementerian Perdagangnan belum mengetahui kandungan di dalam beras plastik. Hingga saat ini beras plastik sedang diperiksa dalam laboratorium untuk diketahui hasilnya.

"Kita sudah kerjasama dengan kota Bekasi dan kita sedang menunggu hasil uji laboratorium itu," ungkap Widodo.

Widodo memaparkan saat ini pengawasan untuk beras plastik sudah dipantau bersama Bea Cukai sejak masuk barang masuk ke pelabuhan. Sedangkan jika sudah masuk ke pasar, Kementerian Perdagangan menggandeng kementerian lain untuk memantau pangan yang dijual ke masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau sudah beredar di pasar ada kemendag bersinergi dengan kementerian lain karena pangan ini ada pangan olahan dan segar," ungkap Widodo.

Widodo menambahkan beras termasuk di dalam pangan segar. Karena hal tersebut Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Kementerian Pertanian, sementara pangan olahan oleh BPOM.

"Nah inilah maka pengawasannya ada tiga. Kita tidak mengawasi di pelabuhan, yang di pelabuhan juga tidak bisa melakukan pengawasan di pasar," kata Widodo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas