Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: Cepat atau Lambat Dwi Soetjipto Bakal Jual Pertamina

Cara yang akan dilakukan Dwi Soetjipto yakni dengan menjual terlebih dahulu anak perusahaan Pertamina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pengamat: Cepat atau Lambat Dwi Soetjipto Bakal Jual Pertamina
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Dirut Pertamina Dwi Soetjipto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menduga cepat atau lambat Presiden Direktur PT Pertamina Dwi Soetjipto akan menjual Pertamina.

Cara yang akan dilakukan Dwi Soetjipto yakni dengan menjual terlebih dahulu anak perusahaan Pertamina.

Menurutnya, Dwi bermaksud untuk memprioritaskan rencana menjual saham sejumlah anak perusahaan energi milik negara melalui penawaran umum perdana (IPO).

Alasan menjual karena untuk meningkatan transparansi dan good governance dalam pengelolaan unit.

"Kalau hanya sekedar untuk transparansi mengapa harus dijual?" Kata Salamuddin Daeng dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menurut Salamuddin Daeng, Dwi Soetjipto memang sangat berpengalaman dalam hal jual menjual BUMN. Sewaktu Dwi masih menjabat sebagai bos PT Semen Indonesia, Dwi bahkan telah menjual 49 persen saham BUMN tersebut ke swasta.

"Sepertinya ke depan Pertamina akan bernasib sama. Terlebih dahulu anak-anak perusahaan Pertamina yang akan dijual, baik yang berkaitan langsung dengan suplai perusahaan tersebut maupun unit usaha yang lainnya," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut Salamuddin mengatakan, cara Dwi menjual Pertamina dengan terlebih dahulu menjual anak perusahaan karena menjual anak perusahaan lebih mudah.

"Karena menjual anak perusahaan tidak perlu persetujuan DPR," katanya.

‎Diketahui pemerintah berencana menjual PT Dayamitra Telecommunications (Mitratel) kepada perusahaan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, sebuah perusahaan swasta milik Edwin Soeryadjaya

"Diduga penjualan aset negara rawan menjadi bancakan penguasa. Telkom dan Pertamina adalah dua perusahaan yang rawan dijadikan bancakan," kata Salamuddin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas