Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Persiapan Mudik, AP II Kebut Perbaikan Bandara Soekarno Hatta

PT Angkasa Pura II (Persero) mempercepat perbaikan Bandara Internasional Soekarno Hatta

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
zoom-in Persiapan Mudik, AP II Kebut Perbaikan Bandara Soekarno Hatta
Willy Widianto
Suasana semrawut di Bandara Soekarno Hatta tepatnya di terminal 2F, Minggu (5/7/2015) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mempercepat perbaikan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Hal tersebut menyusul insiden terbakarnya JW Lounge Terminal 2E, Bandara Internasional Soekarno-Hatta

"Terkait adanya kebakaran, tugas utama AP II adalah mengembalikan pelayanan supaya nanti segera operasi angkutan lebaran nggak terganggu," ujar Direktur Operasional dan Teknik PT AP II Djoko Murjatmojo, Senin (6/7/2015).

Salah satu realisasi percepatan perbaikan bandara Soekarno Hatta mengganti seluruh conveyor (alat angkut bagasi yang didorong). Pasalnya banyak conveyor posisinya berada di lounge JW yang terbakar.

"Malam ini conveyor yang sudah terbakar itu datang untuk segara dipasang, karena sudah dirakit," kata Djoko semalam.

Selain itu AP II juga membenahi check in counter di setiap terminal. Diharapkan pada saat arus mudik lebaran berjalan, tidak ada kendala atau halangan apapun. "Akhirnya sistem check in normal semua, sehingga operasi angkutan lebaran harapan nggak terganggu," ungkap Djoko.

Angkasa Pura II selaku operator bandara juga mempercepat pergantian jaringan listrik di bandara yang mulai beroperasi pada 1985 tersebut.

"Nah (Bandara) Soetta ini ada program penggantian jaringan listrik. Terminal 2 mestinya tahun depan tapi dengan kejadian ini kita percepat," ujar Djoko Murjatmojo disela-sela acara buka puasa bersama wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu, Djoko enggan berspekulasi mengenai penyebab kebakaran yang membuat banyak penerbangan harus tertunda berjam-jam tersebut. Pasalnya hingga kemarin malam, belum ada laporan resmi dari pihak Kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran itu.

Namun mantan Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan itu bilang bahwa penggunaan kompor gas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tak diperbolehkan. Jadi, korsleting listrik bisa jadi penyebab kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi (5/7/2015) itu.

Sementara saat ditanya terkait Standard Operasional Prosedur (SOP), AP II sudah memilikinya. "Ada kok SOP Airport Emergency Plan ada juga Airport Emergency Committee. Di situ sudah diatur bagaimana menangani kebakaran di sisi udara, di pesawat, dan di gedung gimana (penanganannya)," kata dia.

Namun demikian, AP II mengakui kemungkinan masih ada celah dari SOP tersebut sehingga saat terjadi keadaan darurat, petugas tak siap. Perusahaan BUNN itu juga menyoroti pelaksanaan pelatihan penanganan kebakaran secara rutin di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Kalau soal (SOP yang harus memenuhi) ISO (International Organization for Standardization) kan masalah pelayanan. Kita akan berjuang menuju ke sana. Semua arahan dari Pak Jonan (Menteri Perhubungan) kita akan tindak lanjuti karena itu semua demi keamanan dan keselamatan penerbangan termasuk penyelenggaran angkutan udara dan penumpang," ucap Djoko.(Kompas)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas