Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menkeu Minta Dukungan Ketua MPR untuk APBN Perubahan 2015

"Kita meminta dukungan untuk beberapa undang-undang termasuk UU APBN, kemudian UU JPSK yang juga baru kita masukkan," ujar Bambang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Menkeu Minta Dukungan Ketua MPR untuk APBN Perubahan 2015
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
DANA TALANGAN - Menteri Keuangan Bambang Bojonegoro (tengah) berbincang dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan) disela penyerahan dana talangan kepada korban lumpur Lapindo di Pendopo Sidoarjo, Selasa (14/7). Pemerintah menyediakan dana talangan sebesar Rp 781,688 miliar untuk melunasi pembelian tanah dan bangunan warga korban Lumpur Sidoarjo oleh PT Lapindo Brantas dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, ‎Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mendatangi kompleks parlemen untuk bertemu Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di ruang kerjanya di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama 30 menit. Bambang mengungkapkan dalam pertemuan tadi selain untuk bersilaturahmi sekaligus membahas sejumlah kondisi terkini mengenai perekonomian nasional.

"Pertemuan silaturahmi, lalu soal kondisi ekonomi terkini, soal tantangan ke depan," kata Bambang sambil berjalan menuju lift.

Bambang mengaku meminta dukungan MPR RI menjelang penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan APBN Perubahan 2015 serta pembacaan nota keuangan RAPBN 2016 nanti.

"Masa sidang DPR masuk Agustus. Kita meminta dukungan untuk beberapa undang-undang termasuk UU APBN, kemudian UU JPSK yang juga baru kita masukkan. Jadi itu utama yang kami sampaikan," imbuh Bambang.

Bambang menambahkan, pertemuan tadi juga membahas masalah penyerapan anggaran yang sekarang ini masih terkendala. "Lalu, bagaimana mendorong pertumbuhan, itu saja," terang dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas