Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kurangi Impor, 2.000 Sapi Betina Australia akan Diternak di Indonesia

BKPM memaksimalkan kerjasama Indonesia-Australia untuk ketahanan pangan di sektor daging merah dan ternak sapi

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
zoom-in Kurangi Impor, 2.000 Sapi Betina Australia akan Diternak di Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kepala BKPM Franky Sibarani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memaksimalkan kerjasama Indonesia-Australia untuk ketahanan pangan di sektor daging merah dan ternak sapi. Hal ini bertujuan mendukung program pemerintah untuk menciptakan swasembada sapi.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan ada beberapa kesepakatan program antara Indonesia-Australia yang diharapkan berdampak konkret terhadap upaya penciptaan swasembada.

Guna mewujudkan rencana tersebut, Pemerintah Indonesia akan mendatangkan 2.000 ekor sapi indukan (heifers) dan 100 sapi pejantan (bull) asal Australia beserta peralatan pendukung dan tim teknis pendamping .

“Diharapkan dengan program ini, usaha di bidang pengembangbiakan sapi akan lebih menarik bagi investor karena tercipta model usaha baru yang lebih menguntungkan,” ujar Franky, Minggu (23/8/2015).

Franky menjelaskan, selama ini kegiatan pengembangbiakan sapi selalu dinilai kurang menarik oleh pengusaha. Terbatasnya lahan mengharuskan para pelaku usaha beternak dengan cara konvensional yakni sistem kandang yang memerlukan ongkos produksi tinggi dan turnover yang lebih lama dibandingkan usaha penggemukkan sapi.

Sementara model integrasi sapi-sawit dipercaya dapat mengurangi biaya pupuk bagi perkebunan kelapa sawit dan mengurangi ongkos produksi pakan dan perawatan bagi peternakan sapi.

"Jika program ini berhasil, maka dapat diduplikasi oleh pengusaha sawit lainnya sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan pemerintah Indonesia atas daging sapi dan mengurangi ketergantungan impor.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas