Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak Rupiah

Gubernur BI: Tak Apa Utang Naik yang Penting Digunakan untuk Hal Produktif

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai tidak apa-apa jika utang negara terus bertambah

Gubernur BI: Tak Apa Utang Naik yang Penting Digunakan untuk Hal Produktif
Tribunnnews.com/Seno
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di gedung DPR 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari data Bank Indonesia (BI) utang swasta dan perusahaan BUMN mencapai 169 miliar dollar AS saat ini. Sedangkan utang pemerintah mencapai 133 miliar dollar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai tidak apa-apa jika utang negara terus bertambah, selama pinjaman luar negeri digunakan untuk hal produktif. Dalam hal ini utang tersebut membantu pertumbuhan ekonomi dan menjaga angka inflasi.

"Kondisi ini nggak apa-apa (utang) naik, yang penting digunakan untuk hal produktif," ujar Agus di Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Agus memaparkan bahwa BI telah mengeluarkan kebijakan terkait penambahan utang luar negeri. Dalam hal ini para investor swasta, perusahaan BUMN ataupun pemerintah harus melihat kondisi lindung nilai (hedging ratio), ratio likuiditias, dan nilai tukar mata uang.

"BI mengeluarkan kebijakan, kalau mau utang harus mengikuti prinsip kehati-hatian BI," kata Agus.

Dalam kondisi ekonomi yang ditekan oleh pelemahan nilai tukar mata uang, Agus menilai utang luar negeri lebih aman dibandingkan saat krisis 98.

Pada saat itu utang luar negeri dibandingkan pertumbuhan ekonomi mencapai 100 persen lebih, sedangkan saat ini perbandingannya 34 persen.

"Kondisi ini lebih terkendali karena semua melakukan hedging, progresnya jadi lebih baik," papar Agus.

Ikuti kami di
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas