Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kereta Cepat Batal, Pemerintah Ingin Kereta Berkecepatan Sedang

Pemerintah Indonesia telah menolak proposal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diajukan China dan Jepang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Kereta Cepat Batal, Pemerintah Ingin Kereta Berkecepatan Sedang
Tribunnews/Jeprima
Model berfoto dengan miniatur kereta cepat milik China pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah menolak proposal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diajukan China dan Jepang.

Alasannya, karena proposal dari kedua negara itu tidak sesuai dengan keinginan Indonesia yang hanya menginginkan kereta berkecepatan sedang untuk tujuan tersebut.

"Iya, iya (ditolak proposal China dan Jepang)," kata Sofyan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/9/2015).

Sofyan menjelaskan, untuk rute Jakarta-Bandung, Pemerintah Indonesia menginginkan kereta berkecepatan sedang, bukan kereta cepat. Ada sejumlah alasan, di antaranya agar pembiayaan lebih murah, dan efektif.

Menurut Sofyan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sulit terealisasi karena masih ada masukan agar proyek tersebut disokong oleh APBN. Padahal, Presiden Joko Widodo meminta proyek itu dikerjakan oleh BUMN dengan pendekatan business to business, melibatkan swasta dan negara tidak akan turut membiayainya.

"Pemerintah ingin tidak ada dana pemerintah untuk subsidi atau mendukung (kereta) Jakarta-Bandung. Dana pemerintah yang ada untuk pembangunan (kereta) di luar Jawa," ujarnya.

Selain itu, kata Sofyan, kereta cepat tidak cocok untuk rute Jakarta-Bandung. Sebab, rute tersebut hanya sepanjang 160 kilometer dengan delapan stasiun sehingga kereta cepat tidak akan bisa mencapai kecepatan maksimalnya yang mencapai 350 kilometer per jam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Oleh sebab itu pemerintah berpikir yang (kecepatan) medium saja. Mungkin kecepatan 200-250 kilometer per jam. Lebih murah investasi, pemerintah tidak perlu keluarkan bantuan apapun," ucap Sofyan.

Selanjutnya, Sofyan mengungkapkan bahwa proyek kereta dengan kecepatan sedang jauh lebih murah sekitar 40 persen dibanding kereta cepat. Jika terwujud, peminatnya juga diprediksi akan lebih banyak karena tarifnya lebih murah tetapi jarak tempuh Jakarta-Bandung hanya sekitar 40 menit.

"Kalau kereta cepat itu dengan asumsi tarif paling sedikit katakanlah Rp 200.000. Memang kecepatannya cepat sekali, tapi tidak bisa optimum," tutur Sofyan.(Indra Akuntono)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas