Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Barang Makin Mahal, Ada Kesalahan Pengelolaan Pangan

Dwi menilai terjadi kesalahan pengelolaan dalam sektor pangan dalam negeri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Harga Barang Makin Mahal, Ada Kesalahan Pengelolaan Pangan
Tribunnews/Herudin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo mendatangi Kampung Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2015). Kedatangan Jokowi untuk membagikan sembako, buku, dan kaos untuk warga. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai pemerintah terlalu optimistis dalam mengumumkan harga pangan. Dwi memberi contoh harga beras yang naik walaupun tidak signfikan, namun pemerintah mengatakan pasokannya aman sampai akhir tahun.

"Ketika pemerintah ikut campur malah harga bergejolak tidak karuan," ujar Dwi di diskusi Senator Kita, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/9/2015).

Dwi memaparkan pada Januari-Maret harga beras melonjak tinggi. Pada saat yang bersamaan Dwi menyebutkan bawang merah juga, diikuti juga harga tomat dan bawang ikut melambung tinggi.

"Harusnya pemerintah sudah mengantisipasi, karena tidak begitu lama harga ayam dan sapi juga mengikuti (naik harganya)," kata Dwi.

Dwi menilai terjadi kesalahan pengelolaan dalam sektor pangan dalam negeri. Hal ini dibuktikan Dwi dalam komoditas garam yang dinyatakan meningkat produksi dalam negeri, namun pada kenyataannya masih mengimpor.

"Jelas terjadi miss kelola, tata kelola kita rada amburadul, contoh jelas garam, mengapa bisa dinyatakan si produksi kita akan meningkat," papar Dwi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas