Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sepekan ke Depan, Rupiah Diprediksi Bergerak Flat

Keputusan The Fed menahan tingkat suku bunga membawa angin segar bagi rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Sepekan ke Depan, Rupiah Diprediksi Bergerak Flat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka di kisaran Rp 14.006 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada level Rp 14.017 karena imbas dari perang mata uang (currency wars). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan The Fed menahan tingkat suku bunga membawa angin segar bagi rupiah.

Di pasar spot, Jumat (18/9) nilai tukar rupiah terhadap USD menguat 0,59 persen menjadi 14.374 dibanding hari sebelumnya. Namun kurs tengah rupiah BI melemah 0,08 persen menjadi 14.463.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI, mengatakan, rupiah menguat setelah The Fed menahan suku bunga acuan di 0,25 persen. "Penguatan rupiah searah dengan kondisi di negara Asia lainnya," ujarnya.

Meski demikian Trian memperkirakan rupiah akan bergerak flat sepekan ke depan, sebab The Fed masih membuka peluang menaikkan suku bunga tahun ini. Hingga akhir tahun ada dua pertemuan The Fed, yakni Oktober dan Desember.

Menurut analisis Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, penguatan rupiah hanya sementara, sebelum sentimen berlanjut ke rapat The Fed berikutnya. Maklum, belum ada data dari dalam negeri yang dapat mendukung penguatan rupiah.

Namun hari ini, Christian memprediksi, rupiah masih bisa menguat di Rp 14.300 - Rp 14.530. Sementara Trian memperkirakan rupiah menguat di Rp 14.320 - Rp 14.400.(Wuwun Nafsiah)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas