Menteri ESDM Jadi Bawel Bahas Penyerapan Anggaran
Sudirman mengambil contoh perencanaan yang tidak baik saat awal tahun belum mempersiapkan mengikuti tender
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku sering kesal jika membahas penyerapan anggaran di Kementerian. Sudirman mengaku bisa rapat sampai 18 kali hanya membahas anggaran yang akan digelontorkan.
"Saya paling cerewet soal anggaran 18 kali rapat, baru rapat ke 10 sampai 11 terbuka, awal-awal masih jurus-jurus kembangan," ujar Sudirman di kantor Kementerian ESDM Perayaan Hari Tambang ke 70 tahun, Senin (28/9/2015).
Menurut Sudirman penyerapan anggaran untuk mendorong investasi harus direncanakan dengan matang. Sudirman mengambil contoh perencanaan yang tidak baik saat awal tahun belum mempersiapkan mengikuti tender berulang-ulang padahal dokumennya belum siap.
"Perencanaan kurang baik, sudah bulan April, tapi dokumen untuk tender belum ada, tender dilakukan berulang-ulang," ungkap Sudirman.
Sudirman mengingatkan kepada pejabat eselon satu agar menyaring dan mengundang kontraktor yang memiliki portfolio dan pengalaman baik. Pasalnya ada banyak kontraktor yang sudah mengantongi izin, namun tidak mau bekerja karena alasan takut kena dikriminalisasi.
"Sudah tahu mana kontraktor bonafit yang diundang. Masalah lain ternyata kontraktor tertentu nggak mau bekerja, bahkan harusnya ada yang harus nagih kontraktornya nggak mau nagih," papar Sudirman.
Dari data Kementerian ESDM, anggaran yang digelontorkan Rp 15 triliun, namun belum terserap sampai 50 persen hingga bulan September. Kementerian ESDM pun merevisi target untuk bulan September bisa terserap 25 persen atau sebesar Rp 6 triliun dari total anggaran yang diberikan.
Baca tanpa iklan