Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bertemu Jokowi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Impor Produk Ilegal

Ia menjelaskan pangsa pasar domestik saat ini dari 60 persen pada tahun 2010, turun hingga 30,9 persen

Bertemu Jokowi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Impor Produk Ilegal
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana penjualan tekstil di salah satu pusat perbelanjaan di Tanah Abang Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013). Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan, pangsa pasar tekstil dan produk tekstil (TPT) impor di tahun ini bisa meningkat 10 persen menjadi 65 persen dari pangsa pasar tahun lalu yang sebesar 55 persen. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pihaknya telah menyampaikan keluhannya kepada Presiden Joko Widodo tentang banyaknya produk tekstil ilegal masuk ke Indonesia.

"Kami keluhkan adalah tentang pasar domestik yang dibanjiri oleh produk impor yang dilakukan kurang resmi atau tidak resmi ataupun menurunkan harga dengan under invoice," ujar Ade usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).

Ade mengatakan banyaknya produk yang disebutkan tadi menurunkan daya saing industri domestik.

Ia menjelaskan pangsa pasar domestik saat ini dari 60 persen pada tahun 2010, turun hingga 30,9 persen.

"Jadi artinya dalam kurun 5 tahun kami sudah tertekan begitu akibat masuknya barang-barang yang tidak ilegal masuk ke dalam negeri," kata Ade.

Ade berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mendongkrak kembali industri domestik di tengah situasi yang ada, termasuk pelemahan ekonomi di Indonesia.

"Dalam kondisi melemah tentu kami mengharapkan potongan ongkos daripada energi yang kami harapkan, baik solar, gas dan listrik," kata Ade.

Untuk kembali meningkatkan daya saing, kata Ade, yaitu dengan mengentikan masuknya produk-produk ilegal tersebut. Ia mengatakan hal itu sangat efektif dalam waktu singkat setelah pemerintah menghentikan pasokan ke gudang.

"Itu pernah terjadi pada saat Pemilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia sanggup hentikan itu selama setahun. Dan semua gudang di pabrik-pabrik kami kosong dengan menghentikan itu," ucap Ade.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas