Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat Ekonomi Kritik Besaran Defisit Anggaran di APBN 2016

Didik J Rachbini mengkritik besarnya dana desifit anggaran dalam APBN 2016 sebesar Rp 273,2 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi Didik J Rachbini mengkritik besarnya dana desifit anggaran dalam APBN 2016 sebesar Rp 273,2 triliun.

Menurutnya dana defisit anggaran tersebut tidak perlu sebesar itu karena pada tiap tahun dana tersebut tak pernah terpakai.

"Selama dua dekade yang direncakan APBN tidak terjadi defisit anggaran. Jadi untuk apa utan lebih dari Rp 200 triliun?" kata dalam diskusi bertema 'Catatan APBN 2016' di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Didik menilai, besarnya defisit anggaran itu dikarenakan politikus tak bisa menghitung efisiensi anggaran.

Menurutnya, saat ini tidak sosok yang mampu menghitung efisiensi dalam menghilangkan defisit anggaran.

Sementara itu, di tempat yang sama, Anggota Komisi XI DPR, Johnny G Plate mengatakan, di DPR memang membuat budget maksimal dalam penyusunan RAPBN.

Menurutnya, defisit anggaran dibutuhkan untuk mendapatkan cash flow pada awal dilaksanakannya APBN tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita ingin penyerapan anggaran lebih awal. Karena dari awal tahun biasanya keuangan negara tidak ada penyerapan. (Defisit anggaran) itu bukan barang haram," tegas Johnny.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas