Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Gabung ke TPP, Indonesia Bisa Tersandera

TPP sebagai bentuk liberalisme perdagangan ucap dia, bisa menghilangkan peranan negara dalam ekonomi

zoom-in Gabung ke TPP, Indonesia Bisa Tersandera
SETPRES/RUSMAN
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung, Jumat (6/1/2015). TRIBUNNEWS/SETPRES/RUSMAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Presiden Joko Widodo agar Indonesia bergabung dengan Trans Pasific Partnership (TPP) perlu dipikirkan ulang. Sebab bila hal itu dilakukan, Indonesia bisa tersandera.

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina Firmanzah menuturkan, negara yang tergabung ke dalam TPP tak bisa memberikan perlakukan khusus kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua proyek pembangunan kata dia harus dilempar melalui tender terbuka.

"Persaingannya standar global tapi Indonesia belum siap bersaing. Tidak ada program pendampingan industri nasional dan UMKM," ujar Firmanzah.

TPP sebagai bentuk liberalisme perdagangan ucap dia, bisa menghilangkan peranan negara dalam ekonomi. Pasalnya, sektor ekonomi akan dibuka seluas-luasnya kepada negara-negara yang tergabung di dalamnya.

Hilangnya peran pemerintah dalam ekonomi itu dianggap bertentangan dengan Nawa Cita.

Seperti diketahui, Nawa Cita mewajibkan negara untuk selalu hadir dalam pembangunan. Artinya, bila Indonesia bergabung dengan TPP dengan segala keterikatan, peranan negara dalam ekonomi dikhawatirkan bisa sirna.

Meski di sisi lain, ada peluang produk Indonesia mudah masuk ke negara angggota TPP. Tapi hal itu diyakini tak akan semulus yang dipikirkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kualitas produk dan harga sangat menentukan suatu produk bisa bersaing atau tidak di kancah global.

"Pemerintah harus selektif untuk bergabung pada kerjasama internasional. Pilih mana yang lebih cocok? Kalau bisa, buat negosiasi sehinggga menguntungkan Indonesia," ucap Firmanzah. (Yoga Sukmana)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas