Suara Desahan di Kokpit Karena Bibir Kopilot Terlalu Dekat dengan Mic
Maskapai Lion Air membantah salah satu awaknya mendesah saat akan lepas landas.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai Lion Air membantah salah satu awaknya mendesah saat akan lepas landas.
Pihak Lion Air menjelaskan suara mendesah yang dimaksud adalah nafas dari co-pilot (kopilot) saat memberikan pengumuman kepada penumpang, bibirnya dekat dengan mikrophon.
"Posisi mic pada saat itu terlalu dekat dengan bibir sehingga pada saat menarik nafas atau pada saat mau berbicara terdengar seperti desahan," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait dalam keterangannya, Rabu (18/11/2015).
Edward memaparkan co-pilot tersebut memiliki cara bicara seperti nafasnya tersengal-sengal. Hal itu membuat salah satu penumpang Lion Air mengira ada desahan.
"Ketika co-pilot melakukan announcement, nafas dari co-pilot tersebut seperti tersengal sengal," jelas Edward.
Dari hasil investigasi Lion Air terdapat pelanggaran prosedur announcement oleh co-pilot. Dalam hal ini ucapan berupa ucapan selamat ulang tahun kepada salah satu awak kabin yang dinilai melanggar aturan operasional penerbangan.
Pihak Lion Air juga memeriksa semua kesehatan awak kabinnya. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan awaknya yang mabuk atau menggunakan narkoba jenis apapun.
"Kami tegaskan bahwa co-pilot kami tidak dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh narkoba seperti yang diberitakan dan dalam keadaan sehat walafiat," kata Edward.
Pihak Lion Air pun menjatuhkan hukuman kepada awak kabin yang melanggar, untuk tidak boleh terbang lagi.
"Atas pelanggaran prosedur announcement terkait dengan ucapan ulang tahun maka Co Pilot telah diberikan sanksi berupa hukuman tidak boleh terbang (grounded)”, tegas Edward.