Menko Rizal Sebut COCP Banyak Manfaatnya untuk Indonesia
Sehingga dari sektor industri minyak akan memberikan kontribusi besar untuk devisa negara.
Penulis:
Edwin Firdaus
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengklaim Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit atau The Council of Palm Oil Producing Countries didirikan untuk mendorong dan meningkatkan kerjasama industri minyak sawit di antara negara-negara anggotanya.
Sehingga dari sektor industri minyak akan memberikan kontribusi besar untuk devisa negara.
"Hal ini akan semakin memastikan industri minyak sawit berkontribusi terhadap pengembangan perekonomian dan kesejahteraan seluruh masyarakat," kata Rizal kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/11/2015).
Menurut Rizal ada beberapa fungsi dari CPOPC. Pertama yakni mendorong komunikasi di dalam pengembangan industri minyak sawit di antara para pemangku kepentingan di negara-negara pembudidaya kelapa sawit.
"Kedua meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit skala kecil. Ketiga, membangun dan membentuk sebuah kerangka prinsip-prinsip industri minyak sawit yang berkelanjutan," kata mantan Menko Perekonomian tersebut.
Kemudian, lanjut Rizal, fungsi keempat yakni mendorong kerjasama dan investasi dalam membangun zona industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Termasuk zona ekonomi hijau.
Fungsi kelima, kata mantan Kepala Bulog tersebut, untuk memberi perhatian kepada hambatan-hambatan dalam perdagangan minyak sawit, serta melaksanakan kegiatan-kegiatan dan fungsi-fungsi lainnya yang dibutuhkan guna kepentingan industri minyak sawit.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Menko Rizal dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Amar Douglas Uggah Embas telah menandatangani Piagam Pendirian Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu.
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohammad Najib.