Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Hadapi MEA, Pengusaha Logistik Minta BI Rate Diturunkan

Pengusaha Logistik meminta Bank Indonesia bisa menurunkan suku bunga acuan (BI Rate).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha Logistik meminta Bank Indonesia bisa menurunkan suku bunga acuan (BI Rate).

Saat ini BI rate di level 7,5 persen dinilai terlalu tinggi, sehingga sulit pelaku usaha logistik untuk meningkatkan daya saing saat perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2016 dimulai.

"Dampaknya sangat tinggi, bagaimana kita menghadapi persaingan di MEA, sedangkan pengusaha logistik di ASEAN membawa dan memobilisasi dananya dengan bunga sangat rendah, yaitu 5-8 persen," ujar Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan, Kamis (10/12/2015).

Akbar mengatakan, pemerintah bisa melakukan intervensi kepada Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuannya. Sebab, BI rate tidak akan berubah walaupun Presiden Joko Widodo sudah mengimbau.

"Jadi sebenarnya dari pemimpin kita baik Pak Jokowi dan Pak JK, jangan hanya mengimbau tapi melakukan instruksi kepada pemilik kebijakan menurunkan BI Rate," ungkap Akbar.

Akbar memaparkan perbankan BUMN biaya operasionalnya masih memberikan angka sangat tinggi bagi pengusaha logistik. "Mereka (perbankan BUMN) bermain di level 13-15 persen per tahun," kata Akbar.

Akbar menambahkan industri logistik bisa berkembang jika mendapat dukungan dari perbankan di dalam negeri. Karena kebutuhan pelaku logistik akan semakin banyak saat MEA resmi dilaksanakan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bagaimana pelaku logistik menyiapkan tools, infrastrukturnya, untuk membeli alat-alat atau kendaraan yang jauh kompetitif kalau bunganya tinggi dan masa kreditnya cuma 4 tahun," papar Akbar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas