Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Dirut Pertamina Jamin Tak Ada PHK

Fasilitas pengolahan minyak mentah, atau kilang-kilang Pertamina masih memiliki komplektitas yang rendah

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dirut Pertamina Jamin Tak Ada PHK
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN (SET)
Dwi Sucipto Jadi Dirut Pertamina - Menteri BUMN, Rini M Soemarno (kiri), didampingi Menteri ESDM, Sudirman Said (kanan), saat mengumumkan penunjukkan Dwi Sucipto (tengah) sebagai Direktur Utama PT Pertamina di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Jumat (28/11/2014). Dwi Sucipto yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Semen Indonesia akan mengisi jabatan Dirut Pertamina periode 2014-2019. Dwi akan dibantu jajaran direksi baru yang juga diumumkan yaitu: Arif Budiman, Ahmad Bambang, dan Yeny Handayani. Kompas/Iwan Setiyawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto memastikan tidak akan melakukan pengurangan karyawan, meski hal ini banyak dilakukan pemain minyak dan gas (migas) global dalam rangka efisiensi.

Dalam sambutan Refining Day 2015, Dwi menyampaikan memang kondisi migas global saat ini sedang sulit. Setelah sidang OPEC terakhir, harga minyak mentah dunia anjlok di bawah  40 dolar AS per barrel.

"Harga minyak terus turun. Saat ini di level terendah dua tahun," kata dia di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Bagi Indonesia, rendahnya harga minyak mentah ini tidak begitu terasa. Sebab, Dwi mengatakan, setelah agak membaik kurs rupiah terhadap dollar AS kembali mengalami tekanan, terimbas isu kenaikan suku bunga Federal reserve.

"Sekarang di atas Rp 14.000 per dollar AS lagi," lanjut Dwi.

Di sisi lain, fasilitas pengolahan minyak mentah, atau kilang-kilang Pertamina masih memiliki kompleksivitas yang rendah. Kata Dwi, hal itu membuat NOC Indonesia itu dalam kondisi sangat krisis.

"Sehingga kita harus ambil langkah lebih dalam dibandingkan pemain dunia, untuk efisiensi," ucap dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dwi menyebut, sejumlah pemain migas global bahkan melakukan penghematan biaya 20%-30%. Beberapa yang lain mengurangi belanja modal hingga 30%. Bahkan sambung dia, ada juga yang melakukan efisiensi dengan merumahkan karyawan.

"Pertamina tidak bisa mengambil langkah terakhir ini, karena negara kita butuh membuka lapangan kerja," kata Dwi.

Dwi mengaku, Pertamina tidak bisa melakukan efisiensi dari pos yang sebetulnya juga menjadi beban Perseroan. Sebagai alternatif solusinya, Pertamina memperbanyak sinergi untuk mencapai efisiensi.

Selain itu, Pertamina juga melakukan sejumlah inovasi seperti RDMP, dan pembangunan kilang baru untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Agenda Refining Day 2015 juga dihadiri oleh Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, dan Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas