Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

4.280 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Bali

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menemukan 4.280 lembar uang palsu pada periode Januari hingga November 2015.

4.280 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Bali
TRIBUN/GANI KURNIAWAN
Petugas memberlihatkan uang palsu pecahan Rp 100.000 dalam ekspos di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (18/8/2015). Uang palsu senilai Rp 80 juta tersebut berasal dari tiga orang tersangka yang berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsekta Sukasari. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menemukan 4.280 lembar uang palsu pada periode Januari hingga November 2015. Penemuan ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.733 lembar.

"Temuan itu juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin mengenali uang palsu dan kami aktif sosialisasi keaslian Rupiah," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati di Denpasar, Selasa (22/12/2015).

Menurut dia, sebagian besar temuan uang palsu itu didapatkan dari laporan masyarakat kepada bank sentral.

Kebanyakan temuan uang palsu itu berdasarkan pecahan terbesar Rp 100.000 kemudian disusul pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000.

Uang Rupiah, kata dia, telah dilengkapi sejumlah alat pengamanan yang tinggi di antaranya benang pengamanan dan tinta tiga dimensi yang bisa berubah warna.

Selain itu, pada lembaran uang asli, dilengkapi juga dengan beberapa tanda yang terasa kasar apabila diraba dan adanya tanda khusus bagi penyandang tuna netra.

Tak hanya itu, ada juga tanda air pada gambar pahlawan dan gambar saling isi lambang BI pada cetakan gambar muka dan belakang lembaran uang.

Untuk lebih mengaktifkan sosialisasi ciri-ciri keaslian Rupiah (Cikur), BI tidak hanya menyasar masyarakat umum tetapi juga kalangan mahasiswa dan pelajar.

Pihaknya gencar menggelar sosiasialisasi ke beberapa universitas di Denpasar, pegawai negeri sipil di sejumlah instansi, perbankan hingga kasir-kasir pasar swalayan.

Bank sentral di Pulau Dewata itu juga mengeluarkan inovasi edukasi Rupiah pada aplikasi Android dengan menekankan 3-D atau "dilihat, diraba dan diterawang".

"Hampir semua orang kini menggunakan telepon pintar Android. Jadi inovasi ini saya harapkan memudahkan masyarakat mengenali keaslian rupiah," katanya.

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas