Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menhub: Soal Kereta Cepat Tanya Menteri BUMN

Menurut dia, Rini-lah orang yang paling mengetahui proyek tersebut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menhub: Soal Kereta Cepat Tanya Menteri BUMN
TRIBUN TIMUR/Fahrizal Syam
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan meresmikan Air Traffic Control System (ATS) Top Sky di kantor cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) kawasan bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/1/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tak mau berkomentar banyak mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dia meminta wartawan untuk menanyakan persoalan bisnis kereta cepat Jakarta-Bandung kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Menurut dia, Rini-lah orang yang paling mengetahui proyek tersebut.

"Itu harus ditanyakan ke Menteri BUMN sendiri, jangan ke saya, dong. Kan saya menteri teknis. Layak tidak layak (KA cepat), tanyakan ke Menteri BUMN sebagai inisiator, bukan saya," ujar Jonan di Gedung DPR RI, Selasa (27/1/2016).

Sedari awal, proyek kereta cepat itu tidak banyak melibatkan Jonan. Proyek ini murni proyek bisnis BUMN Indonesia dan China.

Tak ada dana APBN yang digunakan. Programnya pun tak tercantum di Kementerian Perhubungan.

Jonan juga tidak banyak dilibatkan dalam memilih China untuk menggarap proyek kereta cepat itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan itu diambil oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Sebab, pemerintah melimpahkan kewenangan pengambilan keputusan kereta kepada Menteri BUMN.

Rini adalah orang yang sedari awal mendorong realisasi dari megaproyek itu. Seperti diberitakan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukanlah proyek pemerintah, melainkan proyek gabungan BUMN Indonesia dan China.

BUMN Indonesia diwakili konsorsium BUMN, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sedangkan China diwakili China Railway International (CRI). Kedua perusahaan membentuk PT kereta cepat Indonesia China (PT KCIC). (Yoga Sukmana)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas