Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Untuk Bayar Utang, RI Kehilangan Cadangan Devisa Rp 51,68 Triliun

Posisi cadangan devisa saat ini cukup membiayai 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Untuk Bayar Utang, RI Kehilangan Cadangan Devisa Rp 51,68 Triliun
the jakarta post

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Cadang devisa Indonesia pada akhir Januari 2016 sebesar 102,1 miliar dolar AS, atau turun 3,80 miliar dolar AS (Rp 51,68 triliun, kurs Rp 13.600) dibandingkan posisi akhir Desember 2015 senilai 105,9 miliar dolar AS.

"Perkembangan tersebut dipengaruhi penurunan oleh kebutuhan devisa, diantaranya ‎untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah, termasuk pembayaran pokok dan bunga global bond yang jatuh tempo," ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arbona Hutabarat, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Menurut Arbona, posisi cadangan devisa tersebut masih cukup membiayai 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas