Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menteri Susi Dukung Nelayan Buat Konverter Kit Untuk Kapal

Amin menjelaskan konverter kit yang dipasang pada kapal nelayan, bisa menghemat biaya bahan bakar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Menteri Susi Dukung Nelayan Buat Konverter Kit Untuk Kapal
Tribunnews.com/Adiatmaputra Fajar
Konverter Kit buatan Amin Ben Gas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung penuh para nelayan menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk kapal tangkap ikan. Hal ini bisa direalisasikan melalui pengembangan konverter kit di dalam negeri.

Pengembangan konverter kit sejalan dengan Perpres No. 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji untuk kapal perikanan. Pada pelaksanaannya gas elpiji 3 kg bisa sebagai bahan bakar untuk nelayan.

"Bu Susi mendukung kami gunakan gas elpiji 3 kg buat melaut cari ikan," ujar nelayan asal Kalimantan Barat Amin Ben Gas, Kamis (17/3/2016).

Amin pun sudah bisa membuat konverter kit rakitan sendiri. Total Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dibuat Amin pun sudah mencapai 100 persen lokal.

"Ini sudah dapat SNI. Mengikuti arahan pak Jokowi menggunakan TKDN. Ini konverter kit pertama buatan lokal yang ber-SNI," ungkap Amin.

Amin menjelaskan konverter kit yang dipasang pada kapal nelayan, bisa menghemat biaya bahan bakar.

Dalam perhitungannya Amien memaparkan gas elpiji 3 kg itu setara 10-15 liter premium.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau gunakan Premium yang sekarang Rp 7400 ribu kalikan saja 15 liter. Pemakaian gas lebih murah. Kalau elpiji nggak disubsidi, itu masih murah," kata Amin.

Untuk memproduksi secara masal konverter kit, Amin Ben Gas menggandeng Produsen Fajar Cpita Wacana. Amin pun berharap Menteri Susi bisa menggunakan konverter kit lokal yang bisa dibagikan secara gratis kepada banyak nelayan.

"Konverter kit ini juga yang menciptakan nelayan sendiri. Jadi adanya kearifan lokal," papar Amin

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas