Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bisnis Lesu, Ribuan Karyawan Boeing Bakal Kena PHK

Boeing, dikabarkan berencana memangkas jumlah karyawan hingga lebih dari 4.500 orang sampai pertengahan tahun 2016 ini

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Bisnis Lesu, Ribuan Karyawan Boeing Bakal Kena PHK
net
Boeing Dreamliners 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Salah satu perusahaan manufaktur terbesar di dunia, Boeing, dikabarkan berencana memangkas jumlah karyawan hingga lebih dari 4.500 orang sampai pertengahan tahun 2016 ini.

Pasalnya, Boeing harus melakukan penghematan dan pemangkasan biaya-biaya. Juru bicara perusahaan mengatakan, sebanyak 1.600 karyawan akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela.

Sementara itu, sisanya akan mengalami hal serupa melalui proses PHK biasa.

Gelombang PHK karyawan Boeing ini datang lantaran lesunya bisnis di divisi pesawat komersial. Alasannya, ada penurunan jumlah konsumen dan pemesanan.

Tidak hanya staf, PHK juga akan diberlakukan bagi ratusan eksekutif dan manajer Boeing.

Pemangkasan jumlah karyawan ini mencakup 3 persen dari jumlah tenaga kerja Boeing, yang hingga akhir tahun 2015 lalu tercatat sekitar 161.000 orang.

Selain itu, perusahaan asal Amerika Serikat ini juga kalah pangsa pasar dari pesaing terberat, Airbus Group SE, yang berpusat di Toulouse, Perancis.

Rekomendasi Untuk Anda

Tahun 2015 lalu, Boeing mencatat rekor pengiriman pesawat sebanyak 762 unit, melebihi proyeksi sebelumnya. Akan tetapi, Boeing mengalami penurunan tajam dalam pemesanan pesawat baru.

Konsumen di Timur Tengah dan Asia, yang sedang gencar membelanjakan anggaran untuk membeli pesawat baru, nyatanya tidak banyak memesan.

Per 31 Desember 2015, backlog pemesanan pesawat Boeing mencapai 5.795 unit, merepresentasikan 7,5 tahun lebih produksi pada kisaran saat ini.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas