Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Harga Saham Intiland dan Jaya Ancol Ikut Tergerus Menyusul Dirut APLN Ditetapkan Tersangka

"Ya ada terkena imbas juga dengan ditetapkannya Dirut APLN sebagai tersangka oleh KPK."

Harga Saham Intiland dan Jaya Ancol Ikut Tergerus Menyusul Dirut APLN Ditetapkan Tersangka
Harian Warta Kota/henry lopulalan
PANTAU PERGERAKAN SAHAM - Petugas Sekuritas sedang memantau pergerakan saham di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016). Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dan PT Intiland Development Tbk (DILD) ikut tergerus menyusul adanya indikasi tindakan korupsi dalam proyek reklamasi pulau baru.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (4/4/2016), saham PJAA merosot 2,07 persen atau 40 poin ke level Rp 1.890 per saham, sedangkan ‎DILD melemah 10 poin atau 1,96 persen ke posisi Rp 500 per saham.

Dua emiten tersebut menjadi bagian yang ikut dalam proyek 17 pulau reklamasi, dimana PJAA mendapatkan empat pulau dan DILD sebanyak satu pulau.

"Ya ada terkena imbas juga dengan ditetapkannya Dirut APLN sebagai tersangka oleh KPK," ujar Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Menurut Satrio, pelemahan saham kedua emiten tersebut juga terdorong sentimen negatif dari bursa regional, sehingga faktor adanya dugaaan korupsi dalam proyek pulau reklamasi hanya bagian dari sentimen.

Komisi Pem‎berantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Ariesman Widjaja sebagai tersangka pemberi suap kepada anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

Saham APLN‎ telah merosot ‎10 persen atau 30 poin ke level Rp 270 dari posisi penutupan pada perdagangan akhir pekan kemarin di posisi Rp 300 per saham. APLN sendiri mendapatkan satu pulau dari 17 pulau reklamasi.

Ariesman menjadi tersangka pemberi suap Sanusi terkaitpembahasan Raperda tentang rencana zonasi zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil provinsi Jakarta tahun 2015-2035 dan Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis kawasan pantai Jakarta Utara.

Ariesman melalui anak buahnya Trinanda Prihantoro memberika uang Rp 2 miliar kepada Sanusi. Uang tersebut diberikan dua kali masing-masin Rp 1 miliar

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas