Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekonom: Selama Ini BI Rate Tak Pernah Dipakai Acuan Pasar

"BI Rate yang digunakan selama ini yang sebenarnya suku bunga acuan tidak pernah menjadi acuan di pasar. Bunga BI Rate-nya berapa, pasarnya berapa."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ekonom: Selama Ini BI Rate Tak Pernah Dipakai Acuan Pasar
KONTAN
Warga melintas di trotoar depan kantor Bank Indonesia Jl Kebon Sirih, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bank Indonesia (BI) menetapkan penggunaan suku bunga acuan baru dari BI Rate menjadi BI 7-Day Reverse Repo Rate. Suku bunga acuan baru yang secara efektif diberlakukan pada 19 Agustus 2016 ini diharapkan mampu mempercepat transmisi kebijakan moneter.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati memandang, perubahan suku bunga acuan ini hanya berupa perubahan instrumen di dalam sektor moneter.

Artinya, tidak ada perubahan dalam arah kebijakan bank sentral.

"BI Rate yang digunakan selama ini yang sebenarnya suku bunga acuan tidak pernah menjadi acuan di dalam pasar. Suku bunga BI Rate-nya berapa, pasarnya berapa," kata Enny di sela-sela senuah diskusi di Unika Atma Jaya, Senin (18/4/2016).

Salah satu contoh yang paling jelas, ujar Enny, adalah beberapa kali suku bunga BI Rate diturunkan. Akan tetapi, suku bunga lending rate tidak pernah mengalami penyesuian.

Pada akhirnya, BI Rate tidak bisa menjadi acuan di pasar.

"Sehingga, sekarang BI mencari suatu instrumen yang lebih merefleksikan kondisi suku bunga di pasar, yakni reverse repo rate 7 hari," ungkap Enny.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, kebijakan suku bunga acuan yang baru ini juga diharapkan membuat kebijakan BI lebih implementatif dan lebih konkrit.

Sehingga, pada akhirnya tidak ada satu kesenjangan antara kebijakan dengan target-target yang ingin dicapai.

"Selama ini sektor moneter kita seolah berjalan masing-masing dengan sektor riil. Jadi mudah-mudahan dengan instrumen baru ini akan mendekatkan bauran kebijakan moneter dengan fiskal semakin ketemu," jelas Enny.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas