Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Paling Rendah di Indonesia

Sejak tahun 2014 hingga 2015, masih ada satu provinsi berstatus pembangunan manusia rendah, yaitu Provinsi Papua,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Paling Rendah di Indonesia
KOMPAS IMAGES
Aktivitas membangun rumah tradisional Honai warga Suku Baliem di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2015 sebesar 69,55.

Meski meningkat dibanding tahun sebelumnya, indeks tersebut masih tergolong sedang.

Jika dilihat berdasarkan provinsinya, perubahan status pembangunan manusia cukup variatif.

Catatan BPS, jumlah provinsi yang berstatus sedang berkurang dari 27 provinsi pada tahun 2014 menjadi 25 provinsi pada tahun 2015. Sebab, dua provinsi tersebut berubah status dari sedang menjadi tinggi

Keduanya, yaitu Provinsi Banten dan Sulawesi Tenggara.

Dengan demikian, hingga kini ada delapan provinsi yang berstatus pembangunan manusia tinggi, yaitu Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.

"Sementara sejak tahun 2014 hingga 2015, masih ada satu provinsi berstatus pembangunan manusia rendah, yaitu Provinsi Papua," kata Kepala BPS Suryamin, Rabu (15/6/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Suryamin, agar IPM lebih baik, pendapatan masyarakat harus ditingkatkan.

Tak hanya itu, bantuan-bantuan juga masih diperlukan, seperti beras untuk rumah tangga miskin (raskin), kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar.

"Kalau pendapatan naik, dia bisa sekolahin anaknya dan kesehatannya akan meningkat karena pendidikan dan kesehatan ini sangat pengaruh sekali untuk harapan hidup," tambahnya.

Reporter: Adinda Ade Mustami

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas