Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Maskapai Sulit Agresif karena Adanya Batas Tarif

Maskapai AirAsia Indonesia mengakui masih ada sejumlah tantangan untuk lebih agresif berbisnis di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Maskapai Sulit Agresif karena Adanya Batas Tarif
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai AirAsia Indonesia mengakui masih ada sejumlah tantangan untuk lebih agresif berbisnis di Indonesia.

Salah satunya lantaran adanya regulasi tarif batas atas dan bawah penerbangan.

"Kami terbatas untuk gerak lebih agresif sementara kalau internasional kan tidak. Itu salah satu pertimbangan ke depan (untuk bisnis)," ujar Direktur Niaga AirAsia Indonesia Andy Adrian Febryanto di Jakarta, Rabu (22/6) malam.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri selalu mengatakan bahwa tarif batas atas dan bawah penerbangan diciptakan untuk kepentingan masyarakat dan maskapai.

Misalnya lantaran ada tarif batas atas, harga tiket pesawat tidak akan bisa dinaikan seenaknya oleh maskapai. Sedangkan tarif batas bawah, diterapkan atas dasar keselamatan.

Kemenhub yakin bila tidak ada tarif batas bawah maka maskapai akan perang tarif atau berlomba-lomba menjual harga tiket semurah-murahnya. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu keuangan maskapai.

Bila itu terjadi, Kemenhub meyakini aspek keselamatan akan berkurang. Misalnya, repair atau maintenance pesawat dikurangi oleh maskapai karena akan menambah pengeluaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun tarif batas bawah juga memiliki konsekuensi, masyarakat menjadi tidak bisa mendapatkan harga tiket di bawah tarif batas tersebut.

Selain tarif batas penerbangan, AirAsia Indonesia juga mengeluhkan sulitnya mendapat slot penerbangan di Indonesia.

Andy pun membandingkan dengan kondisi penerbangan nasional dengan negara lain. "Slot di Indonesia agak susah, di luar lebih mudah karena mungkin haus dan bahkan beri insentif, jika mendarat di bandara mereka," kata Andy. (Yoga Sukmana)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas