Menteri ESDM Minta PLN Ikhlas Kerjasama Dengan Swasta
"PT PLN sebagai satu pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Sekarang dominan, tapi 2020 kalau IPP jalan akan seimbang."
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berpesan kepada PT PLN (persero) agar bisa bekerjasama dengan pengembang swasta yang tergabung dengan Independent Power Produce (IPP).
"Masih ada pandangan-pandangan, porsi kita berkurang. PLN justru harus mempercepat penunjukan IPP," ujar Sudirman di kantor Direktorat Jenderal Kelistrikan ESDM, Jumat (22/7/2016).
Sudirman memaparkan saat ini proyek pengembangan kelistrikan mayoritas dikuasai PT PLN.
Namun dalam waktu empat tahun mendatang, Sudirman yakin IPP bisa memiliki proyek sama banyaknya dengan perseroan.
"PT PLN sebagai satu pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Sekarang dominan, tapi 2020 kalau IPP jalan akan seimbang," kata Sudirman.
Sudirman menyebut, PLN lambat dalam menentukan tender proyek untuk IPP. Padahal kebutuhan listrik terutama masyarakat perbatasan sudah sangat besar.
"Problem sekarang, PLN penentu kapan IPP boleh jalan atau tidak," papar Sudirman.
Sudirman menambahkan pesan untuk pihak IPP, untuk terus mendukung proyek listrik negara. Sudirman percaya keuntungan yang didapatkan dari pembangunan kelistrikan sepadan dengan investasi yang digelontorkan pihak swasta.
"Buat IPP juga ini bukan bisnis short term. Butuh puluhan tahun untuk return. Makanya listrik ini berbeda dengan yang lain," jelas Sudirman.