Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Analisis Hari Ini, Rupiah Masih Rentan Diserang Aksi Profit Taking

“Kini pasar sedang menanti data tenaga kerja non sektor pertanian yang dirilis ADP serta data ISM non manufaktur.”

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Setelah menguat cukup signifikan, rupiah terkoreksi akibat aksi profit taking.

Di pasar spot Rabu (3/8/2016), nilai tukar rupiah per dollar AS terkikis 0,24% menjadi 13.121 dibandingkan hari sebelumnya. Lalu, mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,27% ke 13.114.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menuturkan, pelemahan rupiah karena aksi profit taking di pasar setelah rupiah terus menguat beberapa hari terakhir. Kesempatan datang saat pasar mengantisipasi data ekonomi terbaru dari AS.

“Kini pasar sedang menanti data tenaga kerja non sektor pertanian yang dirilis ADP serta data ISM non manufaktur,” kata Josua.

Diprediksi, kedua data ini tidak menggembirakan dan dollar AS melemah pada Kamis (4/8/2016).

Sedangkan penyokong rupiah adalah inflasi yang relatif aman. Selanjutnya pasar menunggu angka cadangan devisa Indonesia.

Dari eksternal, investor mencermati rapat Bank of England. Josua memperkirakan, rupiah bergerak di 13.080–13.180 pada Kamis (4/8).

Rekomendasi Untuk Anda

Prediksi Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, rupiah akan diperdagangkan di kisaran 13.050–13.150.

Reporter: Namira Daufina

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas