Tribun Bisnis

Pemerintah Lawan Arus Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen

Menjaga di bawah 4 persen agar daya beli masyarakat meningkat akhirnya konsumsi rumah tangga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pemerintah Lawan Arus Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen
Harian Warta Kota/henry lopulalan
PENGAMPUNAN PAJAK - Menkeu Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) sebelum mengikuti arahan Presiden Joko Widodo tentang program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/7). Presiden Joko Widodo meminta kepada pejabat Eselon I, II dan III Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan untuk pro aktif, serius dan siap melayani para wajib pajak yang akan mengikuti program pengampunan pajak Presiden Joko Widodo meminta kepada pejabat Eselon I, II dan III Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan untuk pro aktif, serius dan siap melayani para wajib pajak yang akan mengikuti program pengampunan pajak. Warta Kota/henry lopulalann 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai perlu adanya peningkatan investasi dalam negeri agar dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,3 persen.

‎"Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, lebih tinggi dari tahun ini. Padahal tren ekonomi global menurun, maka kita sedikit melawan arus ekonomi global," tutur Bambang di gedung Ditjen Pajak, Jakarta (16/8/2016).

Melihat kondisi perekonomian global yang belum begitu membaik dan target pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, maka diperlukan strategi untuk mengundang investor lokal maupun asing menanamkan modalnya di Indonesia.

‎"12 paket kebijakan itu utamanya untuk perbaiki iklim investasi dengan permudah izin dan investasi swasta serta pemerintah harus terus didorong," ujarnya.

Selain mendorong investasi, kata Bambang, pengendalian inflasi juga harus berjalan dengan baik, yaitu menjaga di bawah 4 persen agar daya beli masyarakat meningkat akhirnya konsumsi rumah tangga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

‎"Kalau ditambah kemampuan pasokan pangan (tersedia), maka daya beli terjaga. Sementara, pengeluaran pemerintah tetap penting karena ekspor dan investasi masih terbatas, maka belanja pemerintah akan berkontribusi pada perekonomian," papar Bambang.

Ikuti kami di
Baca Juga
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas